Seragam Gratis Pemprov Kaltim Dipuji Siswa, Dinilai Ringankan Beban Orang Tua
SAMARINDA, Panrita Post – Program bantuan seragam sekolah gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendapat respons positif dari para siswa dan orang tua. Program bertajuk Gratispol itu dinilai mampu meringankan biaya kebutuhan sekolah pada tahun ajaran baru.
Melalui anggaran APBD Kaltim 2025 sebesar Rp65 miliar, pemerintah membagikan sekitar 65 ribu paket perlengkapan sekolah kepada siswa baru SMA, SMK, dan SLB di 10 kabupaten/kota. Setiap siswa menerima paket berupa seragam putih abu-abu, tas, sepatu, topi, dasi, sabuk, kaos kaki hingga hijab bagi siswi muslimah.
Siswi SMAN 16 Samarinda, Maliqa Nuur Shafa Sufiana, mengaku proses pendataan ukuran dilakukan langsung oleh sekolah dan berjalan cukup mudah. Ia menilai kualitas seragam yang diterima nyaman digunakan sehari-hari.
“Bajunya lebih adem dipakai dibanding yang saya punya,” ujarnya.
Meski sempat menerima seragam lengan pendek yang tidak sesuai, dirinya mengatakan penukaran dapat dilakukan melalui sekolah tanpa kesulitan berarti.
Hal serupa disampaikan Christian Naek Hamonangan Tambun. Siswa SMAN 16 Samarinda itu mengaku ukuran sepatu yang diterimanya sedikit lebih besar, namun persoalan tersebut diselesaikan dengan bertukar bersama temannya.
“Barang-barangnya sangat berguna. Tas ringan dan sepatu juga nyaman dipakai,” katanya.
Sementara itu, siswa lainnya, Rachmad Irfan Zaini, mengaku kualitas perlengkapan sekolah di luar ekspektasinya. Menurutnya, bahan seragam dan sepatu yang diberikan cukup baik untuk digunakan dalam aktivitas sekolah.
“Kualitasnya bagus banget, bahannya juga nyaman,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari siswa SMAN 14 Samarinda, Satria Jibril Surya Susanto. Ia mengatakan seluruh perlengkapan yang diterimanya sesuai ukuran dan masih digunakan hingga sekarang.
“Orang tua senang karena saya dapat tas, sepatu, dan seragam gratis,” katanya.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim memastikan program berjalan sesuai target. Penelaah Teknis Kebijakan sekaligus PPTK Disdikbud Kaltim, Priangga, menyebut pemerintah sejak awal memprioritaskan kualitas produk karena perlengkapan tersebut dipakai setiap hari oleh siswa.
Menurutnya, bahan seragam, tas, dan sepatu telah melalui pengujian laboratorium Kementerian Perdagangan, termasuk uji kualitas di Bandung dan Tanggulangin, Jawa Timur.
“Kami ingin barang yang diterima siswa benar-benar berkualitas dan terasa bermanfaat,” ujarnya.
Priangga menambahkan, kasus barang tertukar atau ukuran yang tidak sesuai hanya terjadi dalam jumlah kecil. Dari sekitar 60 ribu paket yang dibagikan, jumlah retur disebut tidak sampai 100 paket dan seluruhnya telah diselesaikan.
Disdikbud Kaltim juga menyiapkan layanan garansi selama tiga bulan untuk memudahkan penggantian apabila ditemukan kerusakan atau ketidaksesuaian ukuran.
“Kalau ada kekecilan, kancing lepas, atau isi paket tertukar, semuanya bisa diganti,” pungkasnya.(*)