Menembus Batas, Menggapai Asa: PKBM HS FARAH Buktikan Disabilitas Bukan Penghalang Meraih Pendidikan

Menembus Batas, Menggapai Asa: PKBM HS FARAH Buktikan Disabilitas Bukan Penghalang Meraih Pendidikan
Warga Belajar PKBM HS FARAH yang Merupakan Penyandang Disabilitas Menerima Ijazah Pendidikan Kesetaraan (Paket). Dok: RMA/panritapost.com

PENAJAM,Panrita Post - Di balik keterbatasan fisik yang dimiliki sebagian orang, tersimpan semangat yang tak pernah mengenal kata menyerah. Keyakinan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi kembali dibuktikan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) HOMESCHOOLING FARAH (HS FARAH) Penajam Paser Utara yang berhasil mengantarkan sejumlah warga belajar penyandang disabilitas menuntaskan pendidikan kesetaraan.

Kelulusan para peserta didik tersebut bukan sekadar pencapaian akademik. Lebih dari itu, menjadi simbol bahwa pendidikan inklusif mampu membuka jalan bagi siapa pun untuk bangkit, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Selama ini, PKBM HS FARAH konsisten menjadi ruang belajar bagi masyarakat yang tidak dapat menempuh pendidikan formal. Melalui Program Kesetaraan Paket A, Paket B, hingga Paket C, lembaga pendidikan nonformal tersebut memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk kembali melanjutkan pendidikan.

Kepala PKBM HS FARAH, Musfira, mengatakan keberhasilan para warga belajar tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang yang penuh tantangan. Namun baginya, kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal menuju kehidupan yang lebih mandiri.

"Keberhasilan ini merupakan awal dari perjuangan menuju kesuksesan. Harapan saya, teman-teman disabilitas tetap memiliki tujuan, memiliki target hidup, dan tidak pernah menyerah pada keadaan," ujarnya,Selasa (30/06/2026).

Menurut Musfira, pendidikan memiliki peran besar dalam membangun kepercayaan diri penyandang disabilitas. Kesempatan belajar yang setara akan melahirkan keberanian untuk berkarya sekaligus membuka peluang yang lebih luas dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja.

Ia menegaskan, PKBM HS FARAH akan terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif agar tidak ada lagi masyarakat yang kehilangan haknya untuk belajar hanya karena keterbatasan kondisi fisik maupun latar belakang ekonomi.

Sementara itu, Ketua Disabilitas Penajam Paser Utara (PPU), Yuliarti, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi penyandang disabilitas bukan semata keterbatasan fisik, melainkan rendahnya rasa percaya diri dan minimnya informasi mengenai akses pendidikan.

Menurutnya, jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Penajam Paser Utara cukup besar sehingga membutuhkan perhatian bersama, baik dari pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat.

"Persoalan utama mereka adalah kurang percaya diri. Karena itu keberadaan pendidikan kesetaraan di PKBM HS FARAH menjadi sangat penting. Tempat ini memberi mereka kesempatan untuk kembali berani melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita yang selama ini mungkin sempat tertunda," jelas Yuliarti.

Ia berharap semakin banyak keluarga yang memiliki anggota penyandang disabilitas berani membuka akses pendidikan bagi mereka. Sebab, kesempatan belajar yang diberikan hari ini akan menjadi bekal berharga untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.

Keberhasilan lulusan disabilitas PKBM HS FARAH juga menjadi pengingat bahwa pendidikan inklusif bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi merupakan gerakan bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

PKBM HS FARAH bersama komunitas disabilitas mengajak masyarakat Penajam Paser Utara untuk saling berbagi informasi mengenai pendidikan kesetaraan kepada keluarga atau kerabat penyandang disabilitas yang belum mengenyam pendidikan. Semakin banyak informasi yang tersampaikan, semakin besar pula peluang mereka memperoleh hak belajar yang selama ini mungkin belum terjangkau.

Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar tentang memperoleh ijazah, melainkan menghadirkan harapan, membangun rasa percaya diri, serta membuka jalan menuju kehidupan yang lebih bermartabat.

Di balik setiap kelulusan yang diraih para penyandang disabilitas hari ini, tersimpan pesan kuat bahwa mimpi tidak pernah mengenal batas. Ketika kesempatan diberikan dan dukungan hadir dari lingkungan sekitar, tidak ada keterbatasan yang mampu menghalangi seseorang untuk terus belajar, tumbuh, dan menggapai masa depan yang lebih cerah.(red/ra*)

Penulis: RMA